Coba cek saja

 


Mengusik Zona Nyaman


Oleh: M Nurul Hajar

Sumenep, 7 Februari 2022


Hari Minggu 6 Februari 2022 sebelum berangkat ke STKIP PGRI Sumenep untuk menghadiri undagan sebagai salah satu juri pada Olimpiade Matematika Se Madura (OKARA) Ke 4, saya mengantarkan, Aisy siswa SDIT Al Hidayah kelas 6, anak pertama saya ke SMPN 1 Sumenep. Ini hari ke 2 saya mengantarkan ia ke SMPN 1 Sumenep. Karena ia lolos ke babak semifinal lomba IPA tingkat SD sederajat.


Sepertinya ia sudah mulai tertarik ikut lomba Sains dan Matematika. Sebelumnya kalau ditawari ikut lomba banyak tidak maunya. Kalaupun mau dengan persiapan sesukanya. Kalau ia belajar, seperti hari hari biasa ia belajar. Sedikit tambahan waktu belajar saat ikut lomba, sekitar atau paling lama 1 jam  belajar materi materi olimpiade. Itu kalau besoknya mau ikut lomba. Jika tidak ada lomba, ia akan kembali seperti hari hari biasanya. 


Oleh karena itu, secara logis saya memprediksi ia memiliki peluang kecil sekali untuk lolos ke babak final apalagi dapat juara. Karena ia belum terbiasa ikut lomba, belum menyiapkan diri belajar sedikit di atas materi materi yang dipelajari di sekolahnya. Walaupun begitu, kami sekeluarga sangat bersyukur. Karena Ia sudah mulai tertarik ikut lomba olimpiade sains dan matemtika.

Hal itu cukup berbeda dengan anak anak yang masuk final OKARA. Kabarnya, sebulan sebelum musim lomba, mereka fokus mempersiapkan diri untuk mempersiapkan lomba. Berlatih menyelesaikan soal sulit. Sepertinya mencoba berbagai strategi dalam menyelesaikan soal. Hal ini terlihat bagaimana mereka menjawab soal soal uraian yang menuntut mereka berpikir tingkat tinggi. Alur menyelesaikan sangat runtut dan logis. Tidak hanya itu, mereka terampil menghitung.

Hali ini terjadi hampir disemua jenjang. Yang menarik adalah peserta final pada jenjang SD sederajat. Pada semi final, 3 dari 9 peserta menyelesaikan soal dengan sempurna. Ketika final di babak 1, dari 4 peserta, 3 peserta pekerjaan mereka benar. Hanya 1 orang yang kurang benar.


Tentu hal itu karena mereka mempersiapkan diri, mengasah kemampuannya dengan latihan soal rutin, dan didampingi oleh orang orang yang berpengalaman.

Akhirnya, selamat saya sampaikan


kepada pada juara OKARA Ke 4. Bagi yang belum belum juara masih banyak kesempatan di kegiatan berikutnya.

Oh iya, selamat juga buat kakak Aisy yang masuk final olimpiade IPA di SMPN 1 Sumenep. Ayah salah prediksi. Tetapi juaranya lain kali ya, Kak. Ingat ya, yang juara OKARA ada yang belajar 12 jam perhari khusus menyelesaikan latihan soal olimpiade.

Posting Komentar

0 Komentar