Coba cek saja

 


Ramadhan Datang Lebih Awal


Jaga jarak secara fisik. Sudah hampir dua bulan. Sehingga Anis kalau ke pasar sudah sebulan yang lalu mengatur frekuensi ke pasar. Awalnya pertiga hari ke pasar. Dua minggu ini sudah pertujuh hari ia baru ke pasar. Oleh karena itu ketika hari ke enam biasanya bahan yang akan dimasak sudah tidak punyak pilihan. Harus yang ada yang dimasak.


Hari ini hari yang berat bagi Anis. Bahan yang bisa dimasak sudah habis. Padahal baru besok jawal ia ke pasar. Untung masih ada botok di lemari kulkas sisa olahan tiga hari yang lalu. Dan sisa ikan kering yang digoreng kemarin. Sehingga tinggal memasak nasi atau mengukus ubi. Dengan berbagai pertimbagan, maka ia memilih mengukus ubi. Setelah ubi matang, ubi didinginkan sebelum disiapkan untuk makan sekeluarga. "Kakak Shofia, Mas Fais ayo ke sini, makan! Kalian mau makan ubi dengan susu coklat, apa dengan botok atau dengan ikan kering, ayo cepatan!" Anis memanggil anak anaknya sambil mempersiapkan makanan di meja makan. "Tidak yang lain kah bun...," tanya Fais. 


Shofiah dan Fais sudah duduk di kursinya masing masing siap makan. Anis belum menjawab pertanyaan Fais. "Kakak, Mas mari kita makan yang ada. Kita harus bersyukur karena ada yang bisa kita makan. Di luar sana sudah ada keluarga yang mulai berpuasa."Anis menasehati anak anaknya. "Betul apa kata bunda, saat ini tidak sedikit yang mulai berpuasa, bagi sebagian orang ramadhan seakan akan akan datang lebih awal. Padahal ramadhan masih 10 hari lagi." imbuh Hasan yang sejak tadi menjadi pendengar.


Sumenep, 17 April 2020

Posting Komentar

0 Komentar