Coba cek saja

 


Sebentar: Mengenang Prof. Dr.rer.nat. Widodo, M. S.

 "Sebentar mas, apa masalahnya kok mau mengundurkan diri dari program beasiswa kerja sama UGM dengan Kemenag RI. Perkuliahan sudah berjalan hampir satu bulan. Kalau ada masalah dengan Kemenag pusat saya yang akan menyelesaikan. Tetapi kalau dengan Kemenag Kabupaten, mohon maaf saya angkat tangan."

Penggalan kalimat di atas adalah sebagian pertanyaan Prof. Widodo kepada saya saat saya menghadap beliau di ruang kerjanya untuk berpamitan. Dan sekaligus menyerahkan surat pengunduran diri sebagai mahasiswa S2 Matematika UGM dengan beasiswa dari Kemenag RI.

Saya sedih banget waktu itu. Galau itu pasti. Teman teman yang sudah mulai akrab dan sering belajar bersama di luar perkuliahan sangat heran dengan keputusan saya. "Bodoh banget." Kata salah satu teman. Siap yang bodoh? Yang jelas bukan saya orang yang maksudkan.

Dalam suatu perjalan, setelah mendapat opsi lanjut studi atau PNS dari atasan, saya sempat meneteskan air mata. Berat juga pilihannya. Orang berikutnya yang meneteskan air mata karena masalah ini adalah Kasi Mapenda Kab. Sumenep tahun 2007, Bapak Drs. H. Moh. Hosnan, M. Pd. I. Mantan Kepala Kemenag Kab. Banyuwangi.

Di ruang kerja Prof. Widodo, beliau juga ikut prihatin dan sedih dengan masalah yang menimpa saya. Oleh karena itu, beliau memberi wejangan, nasehat nasehat, yang menyejukkan dan menenangkan hati saya. Nasehat dari baik. Walau saya tidak lama berinteraks dengan beliaui. Akan tetapi pancaran mata, senyum dan wajah yang berseri seri mantan ketua IndoMS periode 2007-2012 itu selalu saya ingat.

Wajah penuh wibawah, tentunya wibawah ilmu sering saya harapkan bisa saya pandang lagi. Saya berharap ketika ada undangan P4TK Matematika Yogyakarta untuk mengikuti SeNdiMat (Seminar Nasional Pendiikan Matematika) VI tahun 2018 bisa bertemu beliau. Pada SeNdiMat VII tahun 2019 saya berharap lagi bisa bertemu beliau. Beliau adalah mantan kepala P4TK Matematika Yogyakarta. Pikir saya beliau diundang dan akan hadir pada acara tersebut.

Beliau adalah satu dosen saya yang saya kagumi.

Namun, hari Sabtu sore tanggal 15 Agustus 2020, istri saya Lilis Aisyah Mom's  memberi kabar bahwa Prof. Widodo telah wafat. Kemudian, saya juga tahu kalau Prof. Widodo berpulang ke rahmatullah dari status FB Bapak Arwan Muhamad Said

Selamat jalan Prof.... Saya menjadi saksi bahwa Prof. Dr. rer.nat. Widodo, M. S adalah orang yang baik. Orang yang lanyak di surgaMu, yaa rab.

Sumenep, 16 Agustus 2020

By: M Nurul Hajar



Posting Komentar

0 Komentar