Coba cek saja

 


Visitasi Virtual ke Saraswati


"Saraswati" mulai masuk dalam pikiranku setelah membuka pengumuman penugasan KPA dari BAN PAUD PNF Jawa Timur.

Ku buka akun sispena, aku cermati butir butir isian dari asesi. Melihat distribusinya ada potensi menambah data yang harus diunggah. Maka dari itu, kucari nomer kontaknya di sispena. Ternyata sispena 3.0 tidak menyediakan ruang asesi mencantumkan nomer yang bisa dihubungi. Oleh karena itu aku berselanjar di google, kata temanku googling. Kalau treveling jalan jalan di darat, kalau jalan jalan di dunia maya salah satunya adalah googling. Ternyata juga tidak dapat yang ku cari. Adduh...
Mau pengumuman di grup, belum ada yang memulai. Khawatir hanya diriku saja. Sejalan dengan perjalan waktu, ternyata banyak juga teman yang memiliki kesulitan yang sama dengan diriku. Bahkan ke esokan harinya masih ada juga yang masih minta nomer asesi di grup.
Untungnya aku ingat ada teman, Bu Dina pimpinan LKP BBC sekaligus Ketua HIPKI Kab. Ponorogo. Dari dia saya mendapatkan nomer kontak pihak Saraswati. Hati mulai sedikit tenang. Jika ada sesuatu bisa langsung calling.
Saraswati, iya LKP Saraswati lengkapnya.
Tetapi walau tidak ada masalah aku tetap memperkenalkan diri. Bahwa diriku lagi tugas KPA, jika ada kesulitan mohon bantuannya. Alhamdulillah selama tugas KPA semuanya bisa terselesaikan. Sehingga tidak perlu merepotkan pengelola Saraswati.
Lalu beberapa hari kemudian ada tugas berikutnya yaitu penugasan visitasi virtual ke LKP Saraswati Ponoroga. Ini tugas visitasi yang kali pertama ke LKP. Ini menyenagkan, apalagi ke Ponorogo. Kota yang sudah lama tidak ku datangi. Namun sayangnya harus berkunjung secara virtual. Oh iya, sejauh ini aku hanya dapat tugas KPA dan valisdasi untuk LKP. Kalau visitasi kalau tidak ke PAUD biasanya ke PKBM. Tugas ini juga kali pertama dilaksanakan virtual.

Selain itu, kali ini kali pertama berpasangan dengan beda jenis. Pasanganku adalah Bu Dhyna Roestianti. Sejauh ini pasanganku ketika visitasi sama jenis. Apakah ini bermasalah buatku, tentu tidak. Hanya saja aku sebagai asesor A ada sesuatu di hati dan pikiran.
Kali pertama bertemu dan kenal, Bu Dhyna adalah narasumber yang disegani dan dikagumi oleh sebagian teman teman peserta pelatihan calon asesor (PCA) di rumpun asesor LKP tahun 2018.
Bu Dhyna adalah wali kelasku saat PCA rumpun LKP patnernya adalah Pak Santosa. Merekalah yang membimbing dan membantuku untuk bisa menyelesaikan tugas tugas pelatihan dan lulus pelatihan. Bu Dhyna dulu tidak banyak bicara, tetapi murah senyum. Mungkinkah saat ini berubah? Aku tidak tahu, yang jelas aku ingat betul bagaimana teman teman meminta beliau berbicara sepata duapata kata di depan kami. Ini menandakan banyak teman yang penasaran ingin tahu beliau ketika sedang bertutur. Atau ingin menggodanya, mungkin saja 😀😀😀. Tetapi hal itu kecil sekali.
Walhasil, masa lalu itu masih belum bisa ku lupakan.

Karena itu, selama persiapan, pelaksaan visitasi aku sedikit menunggu petunjuk beliau. Baik langsung dan tidak langsung. Meskipun aku adalah asesor A.
Dalam hal lain, aku sudah membiasakan diri untuk belajar dari siapapun termasuk ketika berpatner dengan Bu Dhyna. Aku diam diam belajar bagaimana beliau mengajukan pertanyaan dari butir butir yang ada di instrumen. Bagaimana menggali data yang harus didapatkan. Tetapi ada yang terlewati adalam pikiranku adalah belajar bagaimana Bu Dhyna kalau membuat catatan visistasi dan membuat lampiran serta membuat link pada catatan dengan lampiran yang ada di google drive.
Untuk dalam hal membuat catatan dan membuat link pada catatan visitasi targetku tidak muluk muluk. Yang penting selesai dan aman. Walaupun tergetnya cukup rendah. Jam 10 hari Minggu 29 November 2020, aku baru 80% menyelesaikan pekerjaan mengklasifikasi dan memotong video untuk dijadikan lampiran. Sementara itu, Bu Dhyna memberi kabar bahwa sudah selesai laporan individunya.
Bisa Anda tebak apa yang aku pikirkan saat itu?
Aku tetap tenang. Targetku memang jam 13.00 WIB tugas individu selesai. Aku tidak perlu lembur pada malam tanggal 28 November sehabis visitasi. Karena itu termasuk kelemahanku.
Perkiraanku meleset. Jam 12.20 laporan individuku sudah selesai. Lebih cepat dari yang direncanakan. Namun ketika aku mulai membuka tugas kelompok. Ada perasaan bagaimana di hatiku. Kalau distribusi butir yang dicentang banyak kesamaan dengan yang dilakukan Bu Dhyna. Jika berbeda pasti tidak signifikan. Tetapi membaca catatan Bu Dhyna yang enak dibaca, mengalir sesuai dengan temuan. Selain itu, teknik menempatkan link yang menarik untuk kupelajari. Seperti tulisan jurnalis profesional untuk media online. Ini yang beda banget dengan pekerjaanku.

Aku tidak mau ambil pusing, aku langsung WA Bu Dhyna dan menyampaikan tentang catatan visitasinya. Lalu langsung ku tembak untuk menjadi referensi utama catatan kelompok. Mungkin sedikit yang akan kuedit, itupun sesuai konteks yang ada. Bisa Anda tebak apa jawaban BuDhyna.
Tidak hanya masalah catatan visitasi, penulisan penilai hasil akreditasi (PHA) buatan Bu Dhyna yang dikiri japri ke WAku menginspirasiku. Kalau, jika aku nanti membuat PHA untuk suatu lembaga yang divisitasi akan ku jadikan referensi.
Lain dari pada itu, kerelaan dan totalitas dari teman teman LKP Saraswati untuk melaksanakan visitasi akreditasi daring sangat luar biasa. Ini tak ternilai. Karena hal ini nilai itu sendiri. Sebab tidak sedikit yang menolak menjadi asesi piloting. Karena secara finansial tidak menguntungkan. Capek dan repit itu pasti. Sedangkan yang menerima saja tidak sedikit yang tidak semangat. Bahkan ada juga yang bikin pusing asesor visitasi piloting. Apa karena yang menvisit Bu Dhyna ya? Entahlah.
Yang jelas, rasanya aku banyak mendapat tambahan pelajaran dan ilmu serta bimbingan dari Bu Dhyna saat visitasi virtual ke Saraswati. Dan dari Pak Dion, Bu Shinta dan Bu S. Fatimah para pejuang LKP Saraswati banyak pelajaran yang ku dapatkan.
Akhirnya, terima kasih....
Sumenep, 30 November 2020
By: M Nurul Hajar

Posting Komentar

0 Komentar