Bertanya, mencari jawaban, bertanya, mencari jawaban, bertanya, ...
Akhirnya pusing. Itulah sederhananya problem posing.
Gambar, untuk bagus perlu ratusan kali goresan pensil. Bahkan lebih. Kadang bagian ke 111 yang sudah digores, digores lagi pada goresan ke 999. Hanya untuk kata sempurna.
Pun pada hasil lukisan. Pelukis akan melakukan hingga akhirnya lebih sempurna. Berhenti kadang karena waktu.
Guru, pendidik?
Pengalaman, pengetahuan, pemahaman, dan ilmu akan semakin jernih melalui aktifitas bertukar pikiran.
"Kegiatan ini, atau semacamnya yang melibatkan beberapa guru untuk memdiskusikan sesuatu yang telah kita lakukan, sesuatu yang sedang dan akan dilakukan itu penting." Ujar teman guru.
"Walaupun sudah melakukan Bimtek dan Workshop dengan narasumber Nasional, kegiatan pendampingan masih diperlukan," ujar guru yang lain.
Kalau guru muda komentarnya, "Kalau diskusi begini terasa masih mahasiswa. Apalagi kegiatannya FGD, Forum Gawat Darurat." Sambil tertawa.
Membuka ruang guru berdiskusi, berkomunikasi dan berkolabosi ternyata penting.
Dulu, ada seorang guru, menyampaikan kepada calon guru yang hadir pada suatu pengajian, bahwa "putihnya beras karena gesekan sesama beras."
Dalam konteks dunia pendidikan, bisa jadi atau yang diharapkan adanya KKG dan MGMP dalam upaya menjernihkan pengalaman, pemahaman, pengetahuan, ilmu keguruan dan ilmu pendidikan.
Setidaknya itu yang saya alami. Terlebih diantaranya setelah membersamai guru Geografi MAN Sumenep, guru Matematika MAN yang di dalamnya masih ada guru guru saya, yang menjadi teladan kearifan dan bijaksanaan. Tentunya dua hari bersama guru Fisika dan Kimia MAN Sumenep, Kamis - Jumat 1 - 2 Februari 2024, telah memberi kesan tersendi bagi saya pribadi dan cara pandang baru dan pengetahuan baru.
Bertanya, mencari jawaban, ....
"Melalui kegiatan bertanya, mencari jawabannya maka ilmu pengetahuan menjadi berkembang."begitu kata teman asesor lembaga kursus pada suatu kesempatan.




0 Komentar