Scaffolding secara harfiah diartikan perancah atau peyangga. Secara operasional dalam pembelajaran PAUD, scaffolding memiliki makna memberi dukungan pada saat anak melakukan kegiatan yang mencakup kegiatan menata main, memberikan pijakan awal atau inspirasi awal cara melakukan main, memberikan dukungan saat anak bermain dan menstimulasi anak dalam perluasan ide saat bermain serta memberikan kebebasan kepada anak untuk mengeksplorasi ide dan menemukan sendiri kegiatan yang akan dilakukan.
Menata Main
Penataan main memberikan ruang anak bermain sesuai dengan keinginannya. Dengan ragam main atau densitas main ditata sedemikian rupa berpotensi anak dapat belajar merdeka. Densitas main yang disediakan hendaknya mencakup tiga jenis main dalam setiap kegiatan pembelajaran. Tiga jenis main yang dimaksudkan adalah main itu menstimulasi anak pada aspek sensorimotorik, pembangunan dan bermain peran.
Ketika menata main, jagan lupa bahan dan alat ditata disekitar area anak bermain. Penyedian bahan sebaiknya memanfaatkan bahan alam yang ada disekitar sekolah. Bahan bahan yang mudah didapatkan dan anak familier. Siapkan bahan sebanyak banyaknya agar anak bebas memilih bahan saat anak mulai berkegiatan atau bermain. Agar lebih menarik setiap bahan yang disediakan diwadahi. Dengan bahan bahan itu diwadahi, maka bahan mudah ditata, dipindah, dan disimpan.
Pijakan Awal
Penataan main yang baik, selain memberi ruang anak belajar merdeka, memudahkan guru untuk memberi pijakan awal atau inspirasi awal bagaimana cara melakukan suata densitas main. Berilah contoh cara mewarnai jika kegiatannya mewarnai suatu gambar. Jika mengkolase berilah contoh cara mengkolase yang baik dan estetik. Agar tidak terlalu lama saat memberi pijakan awal, contoh melakukan main hanya sebagian saja. Namun demikian, contoh final atau lengkap yang harus dilakukan oleh anak sebaiknya dibuat dan ditunjukkan diakhir pijakan awal. Jika main itu tidak menghasil suatu karya hanya unjuk kerja, maka cukup contoh bagaimana cara bermain. Misalnya, cara menghubungkan banyaknya gambar dengan angka atau banyaknya gambar dengan jumlah batu.
Inspirasi awal harus dilakukan satu satu setiap ragam main yang tersedia. Inspirasi awal bisa dilakukan secara klasikal dengan cara anak berkumpul di depan guru dengan membentuk setengah lingkaran atau bentuk yang lain. Bisa juga dengan cara anak diajak mendekat ke tempat ragam main disediakan.
Jika selesai memberi inspirasi awal pada masing masing ragam main, sebaiknya guru memberi kesempatan anak bertanya. Demikian seterusnya hingga ragam main terakhir. Kalau sedah selesai memberikan pijakan awal, sebelum anak bermain berilah kesempatan anak bercerita atau mengkomunikasikan pengetahuannya. Persilahkan satu dua anak melakukan kegiatan mengkomunikasikan apa yang telah mereka serap dari penjelasan guru. Jika sudah selesai, anak dkumpulkan kembali disuatu titik atau tempat. Ulang lagi apa saja main yang harus dilakukan oleh anak. Terakhir, stimulasi anak untuk belajar merdeka. Bebas bermain sesuai minatnya untuk dilakukan terlebih dahulu. Ingatkan agar main bergantian. Anak diarahkan agar tidak menumpuk disuatu ragam main tertentu. Mainlah di tempat yang masih sedikit anak melakukan kegiatan bermain. Bersabar, menunggu untuk main berikutnya.
Memberi Dukungan dan Perluasan Ide
Memberi dukungan agar anak tidak menyerah untuk menyelesaikan tugas bermain. Memberikan penguatan agar anak tidak mudah menyerah saat mengalami kesulitan saat bermain. Memberikan dukungan dan semangat agar anak mampu menyelesaikan tugas bermain.
Ada kalanya anak mampu menyelesaikan tugas bermai lebih awal. Namun, jika dicermati anak tersebut bisa membuat pekerjaan lebih bagus, rapi dan indah. Ketika hal ini terjadi, tugas guru untuk memberikan stimula pada anak agar karya anak lebih bagus, lebih sempurna lebih indah dengan cara melakukan perluasan ide anak dengan menggunakan bahan bahan yang sudah tersedia.
Memberikan Kebebasan
Sebagimana disinggung di atas, dengan adanya menata main, alat dan bahan, memudahkan guru memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih atau menentukan main sendiri dan bebas berekspresi dam mengeksplorasi ide ide menggunakan bahan bahan yang tersedia.
Jadi, hal penting dalam melakukan pembelajaran di PAUD diantaranya adalah guru hendaknya menata main terlebih dahulu, sediakan tiga jenis main, memberikan pijakan awal atau inspirasi awal, memberikan dukungan agar anak menyelesaikan tugas bermaain dan melakukan perluasan ide anak, serta memberikan kebebasan kepada anak untuk mengeksplorasi ide dan menemukan sendiri kegiatan yang akan dilakukan.


0 Komentar