Jum'at dini hari kemarin, ketika bangun tidur, pada bagian pinggang saya terasa sakit. Tidak bisa ssmbarangan bergerak. Salah bergerak rasanya sakit.
Dulu karena barang yang akan diangkat terlalu berat sehingga bagian tulang belakang pas diatas tulang pinggul pindah tempat. Akibatnya beberapa minggu harus tidak bisa beraktifitas berat. Kalau naik sepeda hati hati dan pelan.
Akhirnya sembuh juga. Itupun mengherankan sembuhnya.
Bagaimana saya tidak heran. Waktu itu saya bersama Pak Yono bertugas visitasi di Kecamatan Arjasa Kangean. Pak Yono dulu pernah bertugas menjadi pengawas madrasah di Kecamatan Kangayan. Tentu banyak teman dan kenalannya.
Di suatu mala, kami ditemani dua orang pengawas madrasah asal Arjasa yaitu Pak H. Saddat dan Pak Very berencana main ke rumah Pak Daeng Samsul di Kayuaru.
Saya waktu itu masih sakit pada bagian pinggang. Namun saya tahan tahan ikut ke Kayuaru. Selama diperjalanan badan rasanya dilempar ke kiri dilempar ke kanan.
Kata teman ada ombak darat.
Pulangnya tidak jauh berbeda. Tetapi ketika tiba di tempat menginap, di rumah Pak Surawi, di Sambagate, saya tidak merasa lagi sakit pinggang.
Berikutnya sakit pinggang karena salah membungkuk.
Kali ini mungkin penyebabnya jalan yang saya lalui tidak mulus. Empat hari, dari tanggal 4-7 Juni saya bolak balik Sumenep- Waru naik sepeda motor.
Perjalanan dari rumah di Kolor menuju tujuan di Waru jalannya sebagian banyak yang rusak. Terutama di wilayah Sunenep.
Karena sudah tidak mampu menahan sakit, akhirnya saya terapi pijat. Ternyata setelah ditangani beberap ruas tulang belakang tidak pada tempatnya. Mungkin karena frekuensi benturan ban sepeda dengan jalan yang berlubang sering terjadi. Lebih lebih ketika benturan terjadi saat kecepatan kendaraan di atas 70 KM/Jam .
Namun ada analisis lain dari seorang teman. Gejala yang yang saya alami menurutnya akumulasi dari dari setiap getaran yang terjadi selama perjalanan.
Coba diingat katanya.
Perjalan ke Kantor Kemenag berapa persen yang mulus. Ke wilayah Bluto juga yang mulus berapa persen. Jika yang lubang lubang dan benjol benjol di atas 5% itu berpotensi memperburuk harapan sehat.
Berbeda dengan yang lain. Masalahnya adalah kendaraan yang saya naiki jelek. Skoknya mati.
Solusinya naik kendaraan, jika melewati jalan berlubang atau jalan yang benjol benjol tidak terasa ada getaran yang dialami oleh pantat dan tulang belakang.
"Kalau tidak mampu membeli, bersabarlah." Katanya lebih lanjut.


0 Komentar