Coba cek saja

 


Botol Bekas


Setelah mendapat Bimtek Implementasi KBC, saya harus menindaklanjuti Bimtek di satuan pendidikan sesuai dengan pendampingan. Ada 12 Slide atau materi dan 2 Slide tambahan yang saya pelajari selama 2 hari. Yang menyajikan ada 4 instruktur. Maka kalau saya lakukan sendiri kegiatan tindaklanjut pasca Bimtek di Kabupaten tentu saya orang yang keren. Namun saya tidak ingin disebut keren, oleh karena itu saya mengajak teman yang memiliki lembaga pendampingan yang punyak MTs agar disatukan dengan MA yang saya dampingi. Sehingga kita bisa berbagi materi dan waktu.

Sepertinya cara ini lebih enak. Karena ketika saya memberi materi, teman bisa istirahat atau menikmati suguhan atau mungkin juga membaca materi yang akan disajikan. Demikian juga sebaliknya ketika teman yang kebagian menyampaikan materi, maka saya bisa menikmati yang disuguhkan jika ada.


Sederhanya saya dan teman harus menyampaikan panca cinta kepala teman guru dan kepala madrasah lebih efektif dan nyaman. Materi panca cinta yaitu: cinta Allah dan rasulNya, cinta ilmu, cinta alam dan lingkungan, cinta diri sediri dan sesama, serta cinta tanah air. Selain itu juga harus menyampaikan bagaimana implementasinya dengan mengintegrasikan dalam kegiatan intrakulikuler, kokulikuler, ekstrakulikuler dan budaya/ iklim lingkungan belajar di madrasah.

Panca cinta, di sebagian madrasah maupun di pesantren sudah membudaya. Sudah menjadi aktifitas sehari hari. Walau kadang ada yang sudah menyadari bahwa panca cinta sudah diimplementasikan. Namun bisa juga tidak menyadari kalau panca cinta sudah diterapkan di madrasah. Yang belum harus segera menyesuaikan.


Disuatu kesempatan ketika saya berkegiatan Bimtek di MTs dan MA Al Ghazali,  kebetulan teman tidak ikut, saya sudah merasakan bahwa KBC dalam aspek budaya/ iklim belajar sudah terimplementasi di madrasah ini.

Beberapa indikator yang menunjukkan hal tersebut diantaranya: lingkungan madrasah yang asri, hiasan dinding menarik dan  memotivasi. Nampak tulisan kaligrafi menghiasi tembok depan madrasah yang berpotensi memberi kesadaran kehadiran dan kebesaran Allah. Beberapa tempat sudah ada poster kampanye anti perundungan, guru gurunya ramah dan mudah tersenyum. Suara musik religi penyambut tamu terdengar menentramkan. Jadi, rasa aman, nyaman, ramah, dan menyenagkan sudah terasa. Ini yang diharapkan dengan adanya KBC.


Selain itu, ada yang sangat memarik  perhatian saya ketika saya lihat dari lantai dua. Ternyata di halaman madrasah ada tempat sampah khusus botol bekas.

Ada tulisan pantun, tepat di bawah lubang untuk memasukkan botol.

"Pentol pedas, Menyalah di lidah. Botol bekas, Yuk! kita sedekah".


Hal ini menunjukkan bahwa cinta alam dan lingkungan di MTs dan MA Al Ghazali sudah ada sebelum adanya KMA 1503 tahun 2025. Cinta alam dan lingkungan bukan sekadar slogan, tetapi sikap hidup yang perlu ditanamkan sejak dini. Lingkungan yang bersih, hijau, dan sehat akan menciptakan suasana belajar yang nyaman serta membentuk karakter peserta didik yang peduli dan bertanggung jawab. Di lingkungan madrasah, upaya sederhana seperti penanaman bunga dan pengelolaan sampah botol air mineral dapat menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian alam.

Madrasah bukan hanya tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat membentuk akhlak dan kebiasaan baik. Dengan membiasakan siswa menjaga kebersihan dan merawat tanaman, mereka belajar tentang tanggung jawab, kerja sama, serta rasa syukur atas nikmat alam yang diberikan Tuhan. Lingkungan yang asri juga membantu meningkatkan konsentrasi belajar dan menciptakan suasana yang lebih sejuk.


Program penanaman bunga di lingkungan madrasah memiliki banyak manfaat. Selain memperindah halaman sekolah, bunga juga membantu menghasilkan oksigen dan mengurangi polusi udara. Kegiatan ini dapat dilakukan secara gotong royong oleh siswa dan guru, misalnya dengan: Menentukan area taman atau pot yang akan digunakan. Memilih jenis bunga yang mudah dirawat. Menyusun jadwal piket untuk menyiram dan merawat tanaman. Memberikan edukasi tentang cara menanam dan merawat bunga dengan baik.

Melalui kegiatan ini, siswa belajar mencintai alam secara langsung. Mereka akan merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap tanaman yang mereka rawat. Madrasah pun menjadi lebih hijau, indah, dan nyaman.


Salah satu permasalahan yang sering ditemui di lingkungan sekolah adalah sampah botol air mineral. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah plastik dapat mencemari tanah dan lingkungan sekitar karena sulit terurai.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam pengelolaan sampah botol air mineral antara lain: Menyediakan tempat sampah khusus untuk botol plastik. Mengajak siswa memilah sampah organik dan anorganik. Mengadakan program daur ulang, seperti membuat pot bunga atau kerajinan dari botol bekas Bekerja sama dengan bank sampah untuk menyalurkan botol plastik yang terkumpul.


Dengan pengelolaan yang baik, sampah botol air mineral tidak lagi menjadi masalah, tetapi dapat diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Upaya sederhana seperti menanam bunga dan mengelola sampah merupakan langkah kecil yang berdampak besar. Melalui kegiatan tersebut, madrasah dapat menjadi contoh nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Siswa tidak hanya belajar teori tentang pentingnya menjaga alam, tetapi juga mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.


Cinta alam harus dimulai dari diri sendiri dan dari lingkungan terdekat. Jika setiap madrasah menerapkan kebiasaan baik ini, maka akan lahir generasi yang peduli, bertanggung jawab, dan siap menjaga bumi untuk masa depan yang lebih baik.

Posting Komentar

0 Komentar