Melalui FB Pak Mahmun Zulkifli saya belajar beberapa hal. Salah satunya tentang Asesmen Kompetensi Minimal (AKM) dan Survey Karakter (SK). Tidak hanya yang diunggah beliau tentang hal secara implisit berkaitan dengan AKM yang saya baca. Termasuk yang berkomentar dan balasan beliau terhadap komentar teman temannya terkait dengab AKM juga saya baca.
Setiap sesuatu sudah lumrah kalau ada yang pro dan kontra. Ada pihak yang setujuh dan dipihak lain tidak setujuh dengan catatan. Ada juga yang optimis, ada pula yang pesimis akan keberhasilah kebijakan pemerintah pada lapisan bawah.
Ada apa dengan AKM dan SK?
AKM kabarnya untuk menguji kemampuan penalaran siswa. Bagaimana siswa menyelesaikan soal berdasarkan konten yang telah dipelajari di kelas dengan konsteks yang berbeda. AKM bukan untuk menguji materi yang telah diajarkan di sekolah atau madrasah.
AKM pada satu sisi mengukur kemampuan literasi siswa. Baik itu berkaitan dengan literasi baca tulis maupun literasi numerik. Kalau kita mengenal PISA, sepertinya AKM akan berkiblat kepada PISA.
AKM yang direncanakan oleh mas menteri, Pak Nadiem, akan menggantikan posisi UN pada 2021, namun mulai UN 2020 sudah mulai dikenal kepada siswa. Menurut Kabalitbang Kemdikbud Totok Suprayitno, pada UN 2020 ada 5 soal AKM yang dititipkan ketika pelaksanaan UN. Namun tidak termasuk 40 soal UN. Tipe soal AKM dan SK akan diberikan setelah siswa menyelesaikan UN.
Selain siswa, guru juga mulai dikenal dengan AKM untuk memberi gambaran dan penyelarasan pembelajaran di kelas dengan soal soal AKM. Dan juga belajar bagaimana cara melakukan penilaian soal AKM. Adapun SK untuk mengetahui sejauh mana hasil program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).
Seperti apa persepsi masyarakat tentang AKM sepertinya tidak penting, pemerintah akan tetap jalan terus. Tidak perlu dibatalkan walau sebagaian guru ada yang kontra dan pesimis. Oleh karena itu, kita dituntut menyesuaikan dengan program pemerintah.
Jadi, tidak perlu diributkan terlalu lama, kadang kala ganti menteri kadang harus ganti kop surat. Ada yang hanya ganti bungkusnya. Sementara kalau kita pikir pikir ternyata isinya sama. Apalagi hanya mengganti dari soal HOST ke soal AKM. Apa perbedanya? Guru madrasah semoga bisa menjawab.


0 Komentar