Coba cek saja

 


Inklusi

Oleh: Ahmad Halimy, SE, M. Pd. I

Beberapa hari ini pikiran saya diwarnai nuasa pendidikan inklusi. Mungkin karena pernah tertarik pada pendidikan ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) saat menghadiri Jambore Inovasi pada tahun 2018, enam tahun yang lalu.

Karena itu, saya pernah menyampaikan kepada guru saya, Ustad Mohamad Arif agar PP. Raudhatut Thalibin (ROBIN) Kolor membuka layanan mondok bagi ABK dan menempuh pendidikan di SLB yang berlokasi di Perumahan BTN. Dari PP. ROBIN, SLB paling 300 meter. Tentu tidak semua ABK yang akan dilayani. Ternyata pembicaraan itu hanya sampai disitu saja.

Entahlah, apa saat ini SLB yang merupakan tetangga saya dan tetangga PP. ROBIN itu masih terawat dan beroperasional saya belum tahu pasti.

Dengan seiring perjalanan waktu dan seterusnya, kini ABK dapat sekolah dimanapun berada. Terutama sekolah/ madrasah yang memasang bendera sekolah/madrasah ramah anak.

Atau mungkin karena belakangan ini saya sering mendegar nama N yang disinyalir anak disleksia yang ingin sekolah seperti yang lainnya.

Yang pasti dalam Minggu kemarin saya banyak membaca terkait iklim belajar di sekolah diantaranya tentang layanan belajar inklusi.

Semoga ABK benar benar dapat layan yang sesuai. Jika benar sesuai, saya rela SLB sudah tidak terawat. Tetapi apa iya?

Posting Komentar

0 Komentar