Coba cek saja

 


Review Kurikulum


Kalau kita menelusuri asal kata kurikulum di google, maka kita akan menemukan bahwa diantara informasi yang muncul adalah kurikulum berasal dari kata "curriculae” artinya jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari. Ibarat permainan, kurikulum mirip lintasan atau sirkuit mainan happy truck. Mungkin bisa juga  dianalogikan dengan sirkuit formula satu (F1).

Tetapi ketika berbicara tentang suatu kurikulum satuan pendidikan, tidak semudah kita membayangkan lintasan pelari dan F1. Kurikulum pendidikan lebih abstrak dan lebih dinamis. Dalam hal pendifinisannya mengalami pergeseran dan pandangan para ahli yang berbeda.  Antara satu ahli dengan ahli yang lain kita menemukan bahwa mereka memiliki pemahaman yang berbeda tentang kurikulumm pendidikan. Namun demikan secara umum intinya sama.



Diantara yang sepaham diantara mereka, saya rangkum bahwa komponen yang harus ada pada kurikulum antara lain; tujuan, isi dan struktur kurikulum, strategi pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi.

Empat hal itu juga ada pada kurikukum merdeka ada. Termasuk yang dalam waktu dekat ini akan dikenal dengan sebutan kurikulum nasional itu tetap ada.

Sebagai kurikulum baru, kurikulum nasional tidak jauh berbeda dengan kurikulum merdeka. Pada kurilukum merdeka tujuannya bagaimana membentuk peserta didik yang memiliki profil pelajar pancasila (P3). Ada yang merumuskan dengan profil pelajar pancasila rahmatal lil alamin (P3RA).

Untuk membangun peserta didik yang mencirikan P3/ P3RA, maka perlu perencanaan berkaitan dengan bagaimana membagun budaya sekolah/madrasah, kegiatan intrakulikuler, kegiatan ekstra kulikuller dan pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar pancasila (P5) dan  P5 rahmatal lil alamin (P5RA). 

Peruhan pada saat kurukulum merdeka terjadi pada standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses dan standar penilaian. Apa yang sudah ada pada kurikulum merdeka, tetap akan digunakan pada saat penyebutan nama kurikulum merdeka berubah menjadi kurikulum nasional sesuai permen dikbudrestek no 12 tshun 2024. Demikian juga dengan terbitnya KMA 405 tahun 2024 tidak ada perubahan pada empat standar yang disebutkan di atas. Jadi, lahirnya dua peraturan ini tidak merubah konten yang sudah ada.


Selain kurikulun satuan pendidikan, kita juga mengenal istilah kurikulum pembelajan. Kurikulum pembelajaran ini merupakan bagian dari kurikulum satuan pendidika. Kurikulum pembelajaran di rencanakan oleh guru, sedangkan kurikulum satuan pendidikan dibuat oleh tim pengemban kurikulum.

Setiap tahun menjelang tahun ajara baru, tim pengembang kurikulum sekolah/madrasah melakukan refleksi, telaah dan tinjauan. Kegiatan ini dinamakan kegiatan review kurikulum.

Apa review kurikulum? Apa yang direview dan siapa yang melakukannya?

Ketika kita rekreasi ke pantai, ke daerah pedesaan, senut saja ke Ubut Bali, atau mendaki ke puncak gunung, terkadang secara spontan kita bilang bahwa viewnya bagus, indah dan semacamnya. Atau sebaliknya.

Dengan begitu, view itu memiliki makna pemandangan. Kalau begitu, review itu memandang kembali, meninjau kembali, atau menelaah lagi. Jadi review kurikulum mengandung pengertian meninjau kembali suatu kurikulum yang digunakan satuan pendidikan. 

Karena itu, kegiatan review kurikulum cukup bervariasi. Ada yang dilakukan selama 3 hari, ada juga 2 hari, mungkin sehari, bahkan hanya perlu 2 jam.

Semua tergantung niat, tujuan dan target yang harus dicapai oleh satuan pendidikan. Review kurikulum bisa singkat, bisa perlu waktu lama. Karena harus menelaah dan menganalis banyak komponen kurikukum.

Review kurikulum, sebaiknya dimulai dari visi dan misi satuan pendidikan. Visi dan misi ini yang akan mengikat program dan muatan kurikulum. Kemudian dilanjutkan pada aspek atau komponen yang lain.   

Jika ada review kurikulum dilakukan  sehari apalagi 2 jam, maka ada kemungkinan yang melakukan review  atau reviewer memiliki kemampuan indra ke enam. Jika tidak, review sebenarnya dilakukan lebih awal. Sedangkan pertemuan yang dilakukan adalah seremonial review kurikulum. Atau tulisannya review kurikulum, sebenarnya adalah sosialisasi hasil review kurikulum.

Posting Komentar

0 Komentar