Coba cek saja

 


Meta Rujakan


Untuk kesekian kalinya saya mendapat undangan menghadiri kegiatan review kurikulum MAN 1 Sumenep. Tentu sebagai salah satu pengawas pendamping. Bukan sebagai reviewer. 

Beberapa detik kemudian setelah mendapat undangan itu, undangan tersebut saya lanjutkan ke grup pengawas MAN Sumenep yang beranggotan 3 orang. Tidak lama, langsung ada respon dari koorditor yang sekaligus pengawas managerial di MAN Sumenep. Bahwa beliau minta berbagi tugas. Intinya beliau tidak bisa hadir karena bersamaan dengan kegiatan lain di binaannya. 

"Kok berbagi tugas?" Saya melongo tidak paham membaca pesan itu. Bilang tidak bisa hadir kan sudah selesai. Hal hal lain yang terjadi terserah yang lain dan tinggal ikut saja.

Beberapa jam kemudian saya baru memahami. Itupun setelah dipikir pikir dan dibolak balik. Kalau pernah menjadi pejabat kadang kalah lupa. Kalau situasi yang dihadapi, diduduki, kewengannya sudah berubah. Atau lupa karena faktor U. Maka semua harus maklum.

Menjelang adzan maghrib, teman pengawas salah satu dari 3 itu, telepon saya. "Pak, saya dikirimi draf kurikulum yang akan direview besok." Dari ujung HP mahal di sana.

"Saya juga belum dapat."

"Terus apa yang akan dijadikan bahan review?" Tanya teman saya.

"Pak, kita ini kayaknya bukan diminta menjadi reviewer. Sebab kabarnya, MAN 1 Sumenep akan menggandeng reviewer dari UIN Maliki Malang. Atau bisa jadi seperti tahun lalu, ada tim pengembang kurikulum yang melakukan review kurikulum, maka besok itu sosialisasi hasil review." Begitu kira kira saya memberi penjelasan kepada teman pengawas.

"Baik, saya mau mengimbangi sampean saja besok." Jawab teman di seberang sana sebelum memutus saluran telepon.

Kalau sudah begini, harus siap siap menyikapi apa yang bakal terjadi besok. Setidaknya apa saja yang harus disampaikan harus relevan dengan pendidikan sukur sukur tentang review kurikulum. Data tidak ada, tugas hadir masih mengantung. Semua masih diangan angan. Abstrak. Biar keren mungkin ini yang disebut dengan "meta".

Data nyata tidak ada yang berupa dokumen. Bukan berarti benar benar tidak ada. Mungkin informasi lain yang masih relevan yang disampaikan secara lisan berupa narasi atau deskripsi parsial tentang sesuatu. Itu mungkin saja didapat dalam perjalanan.  Dokumen kurikulum tidak diberikan, namun sebagian isinya jika dipaparkan maka ini bisa dijadikan salah satu sumber informasi tentang dokumen kurikulum. Baik isi langsung maupun tidak. Ini bisa kita sebut dengan "meta data".

Meta data ini yang bisa membuat pengetahuan kita semakin kaya dan luas. Maka ketika bagaimana saya memahami sebagai apa  dalam suatu acara tinggal menyimak bagaimana susunan acara pada kegiatan yang akan diselenggarakan. Saya disebutkan atau dipersilahkan untuk melakukan apa oleh pembawa acara. 

Ketika acara akan dimulai, ternyata ruangan tidak penuh. Hanya sebagian saja, guru yang hadir. Sekitar satu perlima dari jumlah guru MAN yang ada. Ini tidak seperti tahun lalu. Tahun kemarin review kurikulum dihadiri semua guru. Kegiatannya seperti sosialisasi hasil review kurikulum. 

Kegiatan review kurikulum tahun ini mungkin akan dilakukan oleh tim kecil terlebih dahulu.  Yang kemudian disebut oleh pembawa acara adalah tim pengembang madrasah dan tim pengembang kurikulum. Lalu bagaimana kabar yang pernah saya dengar bahwa review kurikulum MAN 1 Sumenep akan dilakukan oleh tim UIN Maliki Malang dalam kerangka kerja sama MAN 1 Sumenep dengan tim pengabdian masyarakat dari UIN Maliki Malang?

"Pak, bagaimana rencana review kurikulum yang akan dilakukan oleh tim UIN Maliki malang?" Tanya saya saat acara sudah berlangsung.

"Tidak ada waktu yang bisa mempertemukan kami. Sebelum tanggal 5 Juli mereka tidak bisa. Sementara kami harus segera melakukan review, maka dalam waktu dua hari ini kita akan melakukan sendiri, " jawab kepala MAN 1 Sumenep.

Oleh karena itu, posisi saya dan teman pengawas yang hadir semakin jelas. Walaupun tidak diminta secara jelas sebagai reviewer kurikulum MAN 1 Sumenep,  nanti akan diberi kesempatan untuk seolah olah  sebagai reviewer.

Maka ketika bagian pemaparan kepala MAN 1 Sumenep, saya simak dengan baik. Sabagai salah satu informasi saya untuk melakukan review kurikulum MAN 1 Sumenep.

Ada 11 program unggulan MAN 1 Sumenep yang disampaikan oleh kepala MAN, selain informasi tambahan lainnya yang mengawali. Jadi, hingga detik itu menurut saya, sekali lagi menurut saya, saya benar benar dihadapkan dengan meta data dan meta kurikulum MAN 1 Sumenep.

Karena kondisinya demikian, maka ketika saya diberi kesempatan sambutan maka yang perlu saya sampaikan antara lain bagaimana prinsip melakukan review kurikulum, isu strategis seperti pembelajaran mendalam, SKL baru yang baru saja diterbitkan oleh Kemendikbud, kurikulum berbasis cinta (KBC) dan pembelajara Coding perlu diakomudasi dalam kurikulum MAN 1 Sumenep. Tim pengembag kurikulum harus mampu melakukan terobosan di tengah isu strategis yang masih menggantung itu.

Saya juga menyampaikan bahwa guru guru MAN 1 Sumenep perlu melakukan rujakan bersama. Ketika itu yang hadir banyak yang tertawa. Sungguh saya tidak sedang bercanda. Saya serius, rujakan itu penting bagi guru guru MAN 1 Sumenep. Karena dibalik rujakan, meta rujakan, akan mengasah kemampuan kita tentang prinsip pembelajaran abad 21. 

Dalam kegiatan rujakan, setidaknya akan mengenal potensi masing masing. Ada teman yang  pandai mengulek atau memotong motong bahan. Potensi buah apa yang ada di rumah untuk dibawa.   Kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi saat rujakan secara alamiah akan terjadi. Sikap kritis juga akan muncul. Misalnya mengkritisi rasa, kurang pedas atau kepedasan, kurang manis atau masih asin, potongan buah besar besar atau terlalu kecil. Ini semua perilaku kritis.

Semuanya yang saya paparkan itu adalah prinsip prinsip pembelajaran abad 21 yang ada pada meta rujakan. Maka penting guru guru MAN 1 Sumenep rujakan bersama. Selain itu, dengan rujakan kita akan lebih kongkret belajar apa yang disebut dengan pembelajaran berbasis proyek.

Masalahnya kemudian, jika bisa rujakan, terbiasa rujakan, setahun bisa 5 hingga 10 kali rujakan, guru guru mampu mentrasfer pengalaman itu ke dalam pembelajaran di kelas?

Kita lihat saja bagaimana komentar dan ceritanya.

Sebagaimana yang terduga, ketika bagian teman pengawas berbicara, "Bagaimana saya melakukan review kurikulum MAN 1 Sumenep, kalau hingga detik ini belum dapat materinya." Paparnya.

"MAN 1 Sumenep harus mencari lawan yang sebanding untuk mengukur kebesaran dan keberhasilannya." 

Tiba saatnya wakil kepala madrasah bagian kurikulum (WK Kur) memimpin kegiatan review kurikulum. Sedikit hantaran, kesemoatan berikutnya dari perwakilan komite yang juga seorang pengawas madrasah diberi kesempatan menyampaikan masukan dan gagasannya utuk kurikulum MAN 1 Sumenep. Setidaknya ada 13 catatan yang disampaikan secara urut dan dikumunikasikan dengan baik. Diataranya visi dan misi MAN 1 Sumenep perlu direview dan perlu melakukan kemitraan yang lebih luas dan beragam.

Namun, semuanya masih teoritis. Masukan masih berdasarkan kira kira, opini dan masih bagus jika berdasarkan pengalaman dan pengamatan sekilas. Masalahnya yaitu, itu dokumen belum diberikan.

Akhirnya dokumen 1 kurikulum MAN 1 Sumenep ditayangkan via smart TV dan proyektor. Ketika hadirin diminta mengkritisinya. Tidak ada yang mau memulai. Maka kesempatan itu saya gunakan untuk memulai memantik diskusi review kurikulum MAN 1 Sumenep. 

Saya menyasar visi dan misinya. Dari sini diskusi mulai hidup. Berbagaibpandangan dan pendapat bermunculan. Hingga siang belum ada titik temu. Mau diganti apa tetap saja visi MAN 1 Sumenep, itu belum ada kesepahaman.

Namun demikian, kita sepakat ditelaah direview di rumah. Jadi PR, dokumen 1 kurikulum MAN 1 Sumenep akan dikirim kepada pihak pihak yang berkepentigan. Bertemu kembali pada kesempatan berikutnya.

Memang tidak mudah melakukan review kurikulum. Perlu waktu dan pengetahuan yang cukup. Dan perlu juga yang lain lain. Diantaranya kelapangan dada.

Tentu ini pengalaman yang sangat berharga bagi saya pribadi. Sebagai bagian dari pembelajaran mematangkan emosi dan memperluas wawasan serta pengetahuan. Semoga nilai atau prinsip meta rujakan dapat hadir,  terimplementasi dalam pembelajaran di ruang kelas yang membaca catatan seserhana ini. Wallah'alam.

Posting Komentar

0 Komentar